Senin, 15 November 2021

kerajaan panjalu 3

Ringkas kisah Sanghyang Borosngora kembali ke kaprabon dan disambut dengan suka cita oleh sang prabu beserta seluruh kerabatnya. Sanghyang Borosngora juga menyampaikan syiar Islam kepada seluruh kerabat istana. Sang Prabu yang telah uzur menolak dengan halus anjuran puteranya itu dan memastikan hidup sebagai pendeta sebagaimana keinginannya dahulu dan menyerahkan singgasana kepada putera mahkota Sanghyang Lembu Sampulur II.

Cairan zam-zam yang dibawa Sanghyang Borosngora dibuat menjadi cikal bakal cairan Situ Lengkong yang sebelumnya yaitu sebuah lembah yang mengelilingi bukit bernama Pasir Jambu. Gayung tiris pemberian ayahnya dilemparkan ke Gunung Sawal dan belakang menjadi sejenis tanaman paku yang susunannya seperti gayung. Sanghyang Borosngora melanjutkan syiar Islamnya dengan mengembara ke arah barat melewati daerah-daerah yang sekarang bernama Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur dan Sukabumi.

Prabu Sanghyang Lembu Sampulur II tidak lama memerintah di Kerajaan Panjalu, dia belakang hijrah ke daerah Cimalaka di kaki Gunung Tampomas, Sumedang dan membangun kerajaan baru di sana. Sanghyang Borosngora yang mendiami urutan kedua sebagai pewaris tahta Panjalu meneruskan kepemimpinan kakaknya itu dan menjadikan Panjalu sebagai kerajaan Islam yang sebelumnya bercorak Hindu.

Sebagai media syiar Islam, Sanghyang Borosngora mempelopori tradisi upacara kebiasaan Nyangku yang dipersiapkan setiap Bulan Maulud (Rabiul Awal), yaitu sebuah prosesi ritual penyucian pusaka-pusaka yang diterimanya dari Baginda Ali R.A. yang setelah disucikan belakang dikirabkan dihadapan himpunan rakyatnya. Cara yang menarik perhatian khalayak ramai ini dipergunakan untuk memperkenalkan masyarakat dengan agama Islam dan mengenang peristiwa masuk Islamnya Sanghyang Borosngora.

Prabu Sanghyang Lembu Sampulur II

Sanghyang Lembu Sampulur II naik tahta menggantikan Prabu Sanghyang Cakradewa, akan tetapi dia belakang menyerahkan singgasana kerajaan kepada adindanya yaitu Sanghyang Borosngora,sedangkan dia sendiri hijrah dan membangun kerajaan baru di Cimalaka Gunung Tampomas (Sumedang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar