Senin, 15 November 2021

nyai ratu kidul

Ratu Kidul ini mulanya adalah putri dari Kerajaan Galuh, sekira abad 13. Ada pula versi yang menyebut dia adalah keturunan penguasa Pajajaran. Kemudian ada yang mengatakan dia keturunan Raja Airlangga dari Kahuripan, bahkan masih ada yang mengaitkannya dengan Raja Kediri Jayabaya.

Dikisahkan, Ratu Ayu dari Galuh melahirkan seorang bayi perempuan. Keanehan muncul, bayi perempuan itu bisa bicara dan mengatakan bahwa dia adalah penguasa semua lelembut di tanah Jawa dan akan berdiam di Pantai Selatan. Bersamaan itu pula, roh Raja Sindhula dari Galuh pun muncul dan bersabda bahwa cucunya tersebut tak akan bersuami untuk menjaga kesucian dirinya, dan jika bersuami pun kelak adalah hanya bisa dinikahi oleh raja-raja Islam di Jawa.

Ratu Pantai Selatan ini menunggu suaminya hingga dua abad lamanya. Panembahan Senapati, yang memerintah Mataram Islam 1585-1601, pergi ke Pantai Selatan untuk bersemedi memohon petunjuk untuk memenangkan peperangan melawan Sultan Pajang di Prambanan. Konon ketekunannya membuat Laut Selatan bergolak. Istana ratu Pantai Selatan yang berada didasarnya porak poranda karena kekuatan doa Panembahan Senapati.

Ratu Kidul pun keluar sarang, muncul di permukaan lautan. Dia tertegun melihat seorang pemuda gagah tengah bersemedi. Dia langsung jatuh hati dan bersimpuh di kaki Panembahan Senapati. Setelah bercinta tiga hari tiga malam di istana bawah Laut Selatan, ratu Pantai Selatan pun berjanji akan membantu Senapati memenangkan peperangan.

Senapati pun bergegas menuju palagan Prambanan dengan dibantu pasukan arwah dari Pantai Selatan. Panembahan Senapati menang gemilang.

Cucu panembahan senapati, Sultan Agung yang memerintah 1613-1646, membuat tarian bedhaya yang mengisahkan balada cinta kakeknya dengan Ratu Kidul. Saat ini Kerajaan Mataram masih dapat ditelusuri, walaupun kerajaan tersebut sudah terbagi ke dalam dua kasunanan, yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

Seperti yang saya sudah singgung bahwa pendiri Kerajaan Mataram, Panembahan Senapati, memiliki hubungan serius dengan Nyi Roro Kidul membuat “aura” kerajaan ini diliputi berbagai dimensi magis. Hubungan ini juga berlanjut sampai keturunannya yang menjadi raja-raja Keraton khususnya Keraton di Yogyakarta. itulah mengapa Yogya erat kaitannya dengan nyai, untuk itu kita juga harus minta izin kepadanya untuk mencari bunga yang tak boleh kita sebut namanya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar