Senin, 14 Juli 2014

BADANKU KELETIHAN JUGA

Di malam Senin aku memang tidur sehabis sholat subuh,dan aku minta di bangunkan kepada istriku jam 8.00 wib karena ada rencana akan ikut menyambut hari pertama tahun ajaran di MTs IPC Padamulya.
Hingga jam 12.00 wib aku telah kembali ke rumah,dan setelah sholat dzohor aku kembali mengikuti penyambutan hari pertama tahun ajaran baru 2014 di SMA Islam Serena hingga jam 16.30 wib.
Aku berasa kalau badanku agak kurang enak mungkin letih juga kurang tidur malam,maka setelah sholat tarawih malam ini aku tertidur pulas dan terbangun pada jam 23.30 wib.
Terasa letih dan capek juga badan ini.

Senin, 07 Juli 2014

YA ALLOH YA ROBBKU

Aku serahkan diri ini lahir bathin hanya kepada Mu
aku serahkan hidup ini lahir bathin hanya bagi Mu
maka ampunkanlah aku ya Robb
          ampunkanlah Ibu Bapak ku ya Robb
          ampunkanlah saudara saudara ku ya Robb
          ampunkanlah muslimin muslimah ya Robb
          ampunkanlah semua hamba hamba Mu ya Robb

Dan lindungilah negeri dimana aku dan semua hamba hamba Mu berada
yang saat ini sedang dihadapkan kepada permainan duniawiah 
dari kehancuran dan kejahatan kejahatan nafsu nafsu manusia
yang di jerumuskan ambisi ambisi syaetan
yang sudah tidak lagi peduli dengan peringatan peringatan engaku ya Robb
yang sudah tidak lagi takut dengan ancaman ancaman engkau ya Robb

Ya Alloh ya Robb.....
Selamatkanlah Indonesia ku
selamatkanlah kami dari perpecahan dan kehancuran 
selamatkanlah kami dari kejahatan kejahatan nafsu ambisi
amiin ya Alloh ya Robbul alamiin  



                                                          Pendukung Prabowo Hatta
          

Minggu, 06 Juli 2014

SATRIO PININGIT

Nusantara adalah Ibu Pertiwi yang di panggil Republik Indonesia
sedari dulu Nusantara ini telah memikat para hati bangsa bangsa lain
ada yang ingin berdiam merantau di Ibu Pertiwi karena seindah Syurga
namun kebanyakan ingin menguasai dan memilikinya 
dan Ibu Pertiwi pernah mengalami Duka dan Lara yang lama sekali
Tiga Ratus Lima Puluh Tahun sudah menorehkan perjalan pahit
akibat anak anak Pertiwi yang pada lali
padahal Negeri akan di rampok dan di kuasai
politik adu domba di tanamkan hingga menjadi tragedi hitam
saling menjegal dan menikam mati sesama saudara
akibat ulah dan ambisi para manusia keji
demi memenuhi nafsu angkara serakah yang keji

Hari ini,anak anak Ibu Pertiwi
bernafas antara berharap dan putus asa
sebab gemah ripah repeh rapih loh jinawi
tak jadi mencapai suasana kertaraharja

Merdeka.........
telah digenggam sejak Tujuh Belas Agustus Seribu Sembilan Ratus Empat Puluh Lima lalu
dengan ditebus oleh Jiwa dan Raga para pendahulu anak anak Ibu Pertiwi
yang di harapkan agar anak anak Ibu Pertiwi selanjutnya hidup di Nusantara ini
tentram sejahtra senyaman di Syurga

Namun halangan dan rintangan terus selalu ada menyertai
di tahun Seribu Sembilan Ratus Enam Puluh Lima
menodai Ibu Pertiwi yang baru terbebaskan dari cengkraman para Siluman Kejam
oleh anak anak Ibu Pertiwi yang masih diselimuti keserakahan dan ambisi
yang di tumpangi iming iming para siluman kejam

Rintangan dan halangan tetap terus menyertai
tak cukup di tebus dengan penderitaan dan penumbalan jiwa dan raga
Nusantara terus digerogoti  oleh nafsu nafsu angkara dan ambisi keserakahan
yang jadi pelakunya adalah anak anak Ibu Pertiwi sendiri
sungguh ini sudah keterlaluan
dan apakah Ibu Pertiwi ini pun akan tetap bersabar
atau akan mengutuk dan menghukum anak anaknya lantaran sudah kelewat batas

Dan ada anak anak Ibu Pertiwi sebagian kecil
yang tidak berdaya,tapi tak ingin ini Nusantara terpuruk lebih dalam lagi
kelubang pusaran Ambisi Nafsu Angkara serakah keji
dan setiap saat hanya mampu berharap datang dan tibanya janji
ucapan yang dituturkan oleh para Nenek Moyangnya dimasa purba dahulu
Ibu Pertiwi akan kembali Sugih,berjaya tentram ,berwibawa Kertaraharja
bila Ibu Pertiwi sudah melahirkan dan menjadikan dirinya
sebagai sang Ratu Adil perwakilan Ibu Pertiwi untuk mengurus anak anak Nusantara
sebagai sang Satria Piningit,pelipur lara putra putri Ibu Pertiwi
sebagai sang Juru Selamat untuk tetap menjaga keutuhan dan kelangsungan Nusantara
Ibu Pertiwi pernah memberikan jampi,memberikan Doa,yang nyata                                                 mari kita ingat ingat dan kita lakukan dengan segenap jiwa raga
inilah Jampi itu,inilah Doa itu
Satu Nusa
Satu Bahasa 
Satu Bangsa
Indonesia

Maka cermati dan putuskan,diantara para putra putra Ibu Pertiwi
siapa yang memenuhi syarat syarat yang sesuai dengan Amanat Ibu Pertiwi
diantara syarat syarat itu dulu raja raja di Nusantara sudah pasti seorang yang gagah perkasa
sebagai Tentara yang tiada tanding,yang jujur dan dapat dipercaya,yang pintar dan berwibawa

Saat ini di Dua Ribu Empat Belas , Nusantara atas nama Ibu Pertiwi
Indonesia adalah Tujuan utamanya
sedang dipertaruhkan oleh anak anak Ibu Pertiwi sendiri
berebut tampuk kepercayaan sebagai Satria Piningit
berebut perhatian agar di sangka sang Ratu Adil
berebut dukungan biar jadi sang Juru Selamat

Tapi sadar dan bangkitlah wahai putra putri Ibu Pertiwi
ingat dan ambil petunjuk dari sejarah Nusantara sendiri
siapa dan yang mana yang dulu menjadi raja raja Nusantara
yang gagah perkasa,pintar,berwibawa
jujur,welas asih dan tidak tinggi hati

ya, Perwkilan Ibu Pertiwi telah Tiba
dia adalah yang memiliki syarat syarat seperti amanat Ibu Pertiwi
yang nomor satu
nomor satu dalam memelihara semua Nusa
nomor satu dalam memelihara semua Bahasa
nomor satu dalam memelihara semua Bangsa
nomor satu itu INDONESIA

Ingatlah
Nomor Satu.!

Jumat, 04 Juli 2014

IBU PERTIWIKU ADALAH NUSANTARA

Orang bilang tanah kita tanah syurgatongkat kayu dan batu jadi tanaman

Tanah syurga adalah tanah yang penuh kenikmatan
jika kita sebagai pengkhuni tanah syurga harus bisa merasakan dan menikmati
harus bisa menjaga dan merawatnya
sebab tongkat kayu dan batu saja jadi tanaman

Kita harus membaca sejarah Ibu Pertiwi
sejak dahulu kala telah diperebutkan oleh bangsa bangsa lain
yang tahu dan ingin menguasai tanah syurga
Tiga Ratus Lima Puluh Tahun sudahlah menjadi pengalaman
Betapa Ibu Pertiwi ini menanggung segala kedukaan dan kelaraan

Sekarang,saat ini kita sebagai para putra putrinya Ibu Pertiwi
cepatlah kita bangun dari tidur kita
cepatlah kita sadar dari mimpi kita
cepatlah kita insyafi diri kita sendiri

Betapa Ibu Pertiwi kita ini kembali merasa sakit
sebab kita telah terlalaikan dengan cara cara yang bukan Ibu Pertiwi amanatkan
kita telah bertingkah laku dengan cara cara bangsa yang ingin menguasai tanah syurga
kita telah bergaya hidup dengan cara cara bangsa yang ingin memiliki tanah syurga 

Syadarlah wahai para putra putri Ibu Pertiwi
Tanah syurga ini milik kita,milik anak anak Nusantara

Mari kita satukan tekad kita kembali
seperti para Pendahulu kita 
Satu Nusa 
Satu Bahasa
Satu Bangsa
Yaitu INDONESIA




-----------------------------------------------------Pendukung PRABOWO-HATTA------------------------------------

Senin, 30 Juni 2014

BATHARA AJI RASHA







KANG ENCE MISANKU

     Innalillahi wa ina ilaihi roojiuun
saat eta jam 12 pas pisan,sa entosna pa saman liya sopyan undur bade mulang 
anjeunna bade ngantosan saur di bumina.
namun teu lami anjeunna datang sabari sasauran
pa....pa....pa ence tuluy nembe...........

Ya Alloh ya Robbku.......
semua di alam ini adalah milik Mu ya Alloh
kembali kepada asal Mu adalah suatu yang Haq
semua yang bernyawa pasti mati

Ya Alloh ya Robbku......
begitu juga dengan saudara misanku
adalah CECEP MULYADIN bin PENDI
sebagai kakak misanku dari cucu cucunya 
keluarga besar H.ASRIP ( H.ABDUL HALIM bin PADMA )
adalah sebagai simbol keluarga generasi cucu kakek ku
malam selasa,1 Juli 2014 jam 12.00 wib
hari ke dua ramadhan 1435 hijriah
telah kembali menghadap Mu ya Robb

semoga engkau ampuni segala kesalahan dan ke hilapannya ya Robb
dan engkau tempatkan di tempat yang engkau redhai ya robb
engkau adalah pemiliknya,engkau adalah tempat kembalinya segala sesuatu
engkau adalah Robbul alamiin. 

Kamis, 12 Juni 2014

BUAH SIMALAKAMA 4

     Eta nalika Bathara ngiring ngariung di riungan bulanan para pencetak Karakter Anak Bangsa di hiji Lembaga anu dina waktos kalangkung di tahun 2000 Bathara Aji Rasha sareng Kang Parbu Solomo ngawangun Kalembagaan anu di Pondasian Laa ilaha illolloh,nyaeta Lembaga Pendidikan Islam.
     Salami Tilu taunan Bathara ngiring ngabandungan secara seksama,sabab endog cikal bakal eta ulah dugi ka gagal netes keun generasi generasi bangsa,ari kang prabu Solomo terjun langsung di lebet kalembagaan,sabab mun kang Prabu sami mung ngabandungan di luar kagiatan tangtosna bakal ngalaman pajuliut proses pengeraman endog endog munggaran ieu,sabab sadaya para pelaku pencetak karakter anak bangsa anu aya eta sadaya teu saluyu jeung teu percaya bakal ngawujud,sanajan eta maranehna tos janten profesi anu di buruhan ku negara.
      Tilu taun teu karaos,generasi anak bangsa lulusan pertama tos ngawujud,Bathara ngaraos bingah,tarikan napas karaos panjang,kahariwang teu pati honcewang,lantaran kang Prabu tos mulus ngagiring calon generasi bangsa di eta lembaga ngwujud.
     " Alhamdulillah,hatur nuhun gusti..........", Bathara muji ka gusti dina nikmat kabingahan,sok sanaos tantangan dina eta salami Tilu taun sakitu rongkahna,nya teras Bathara nyambung cariosan khususna ka Parabu Solomo.
      " Kang sing emutnya,waktos urang calik nuju ngarencanakeun ngadamel lembaga pendidikan tea di teras Masjid Jami Attaqwa,numana kin mun tos ngawujud ieu lembaga Lima Taun ,Sapuluh Taun kapayun,salira bakal ngalaman hiji tantangan anu pikanyerieun mungguh pikiran,sabab eta mangsa bakal aya sababaraha urang jalma anu tandes nghinakeun ka urang,khususna ka saliara lantaran salira aya dilebet eta kalembagaan,jeung eta lembaga bakal di aku aku ku eta jalma jalma.sing emut nya,urang ulah eleh kuhal eta,sabab urang gaduh pondasi nu teu meunang di popohokeun." Bathara nyariosna teuleub tapi hampang pisan sabari ngaluarkeun haseup udud dina bahamna.
       " Insya Alloh bah , mudah mudahan abdi tetep dipaparin kakiatan ku gusti." Kang Prabu ngawaleur khudu.
       Kala terus maju,Tilu Welas Taun tos kalangkung,Lembaga tos tiasa nyetak anak anak bangsa babaraha angkatan,gusti ngageurakeun Bathara anu salami Sabeulas taun jonjon teu pati peduli ka eta lembaga.
      Sabab musababna,Bathara ngarasa aneh aya murangkalih anu bakal lulus wantuneun nyarios kasar ka sepuh anu mana eta sepuh teh dipkawauh,kom mun kanu teu apal.
     Jadi emutan Bathara ngaraos aneh,kunaon kang Prabu lali,naha salam ieu eta lembaga teh teu ngarasa yen cikal cikal generasi bangsa anu di tempa di lembaga na teh gagal,sabab Budi jeung Pekertina teu napel,iwal mun tujuanna rek ngadamel jalmi jalmi kasar bari takabur.
     Ieu hiji patokan,Ari Lembaga eta tos pasti kudu aya pupuhuna,aya papatihna,aya kapala ekonomina,aya para staf pelaksana tugas hariannana.
     Dimana pupuhuna eta tarapti tur apik dina ngarahkeun sadaya anak buahna dina ngageroh anak anak didikna,bari di dasaran ku pondasi asal,maka hasilna moal nyulayaan.
     Tapi dimana pupuhuna pasalia sareng papatih,kapala ekonomi,komo lamun sadaya na para pelaksana harian nana, hasilna tangtu bakal nyulayaan,nya ujung ujungna kahancuran baik akhlaq oge kalembagaan nana.
     Bathara Aji Rasha terus ngadeuheusan ka Prabu Solomo bari nyarios," Kang Prabu kade sing teguh dina nincak,sing kuat dina nyeukel,sing panceug dina kuda kuda,sabab bisi di tagih ku alip di tanya ku dewa urang ke di akhir,lantaran ari ngadamel sarjana sarjana anu elmuna satingkat esde mah gampang bari zaman ayeuna tos wujud kang,tah urangmah kudu sabalikna,kumaha carana urang nempa budak budak es de tapi elmuna sarjana."
     " Muhun bah,eta ge ka emutan ku abdi,sok s anaos salami ieu abdi ngaraos nyorangan di ieu lembaga,paitna memang langkung ageung karaosna batan kaamisna." Prabu ngawaler.
     Hatur nuhun kang ari tos rumaos bari narimakeunmah.insya alloh gusti tetep bakal ngaping salamina,sabab pondasina ,kade ulah di popohokeun.




                                                                                          nyambung ke kapayun.............................